Minggu, 30 Oktober 2011

mesin non konvensional


1.1.      Latar Belakang.
Di saat sekarang ini sangatlah penting bagi seorang Engineer dari jurusan teknik mesin untuk menguasai ataupun mengetahui cara kerja suatu alat ataupun mesin. Tidaklah berguna Engineer tersebut jika hanya setelah lulus dari perguruan tinggi hanya mendapatkan pengetahuan yang tidak dapat digunakan ketika Engineer tersebut turun kedunia kerja.
Alat ataupun mesin yang ada di zaman teknologi seperti sekarang ini sangatlah beragam. Selain itu, seorang engineer dari jurusan teknik mesin juga harus mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan proses produksi. Sebagai contohnya seorang Engineer harus mengerti mengenai Sandbalsting atau sering disebut dengan pelapisan logam. Ada beberapa tahap pelapisan logam tersebut, serta bahan pelapis logam ada beberapa camam baik baja karbon tinggi ataupun baja karbon rendah. Selanjutnya pembahasan tentang pelapisan logam inin akan dibahas dalam makalah ini.

1.2.      Masalah.
1.      Apakah yang dimaksud dengan sandblasting.
2.      Bagaimana sandblasting digunakan dalam dunia pemesinan.
3.      Apakah  sandblasting digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

1.3.      Tujuan.
Adapun tujuan di dalam pembuatan makalah ini adalah
1.      Kita dapat mengetahui kegunaan dari Sandblasting dalam kehidupan sehari-hari.
2.      Kita dapat mengetahui kegunaan Sandblasting dalam dunia pemesianan.
Kita dapat  menegtahui bahan-bahanyang diperlukan untuk melapisi logam

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA


2.1.      Pengendalian Numeris.
         Pengendalian Numeris menuntun operasi mesin perkakas dari data numeris yang disimpan dalam kertas atau pita magnetis, kartu berlubang, penyimpanan komputer atau informasi langsung. Contoh dalam sejarah dari penggunaan instruksi yang dilubangkan pada pita kertas adalah pemain piano. Nada yang harus dimainkan (instruksi) ditentukan sebagai suatu deretan lubang pada rol piano (pita kertas berlubang), kemudian diraba oleh piano (menggunakan system pnumatis yang diberi daya dari pengangin yang digerakkan kaki) yang memainkan nada tersebut (melaksanakan instruksi).
         Karena digunakan informasi matematis, maka konsepnya disebut kendali numeris atau KN (Numerical Control atau NC). Karenanya KNadalah operasi dari mesin perkakas dan mesin pemroses lainnya dengan sederetan instruksi yang dikodekan. Mungkin instruksi yang paling penting adalah kedudukan relatif dari pahat terhadap benda kerja. Suatu daftar yang teratur dari komando terdiri dari program KN. Programnya mungkin digunakan secara berulang untuk mendapatkan hsail yang identik. Operasi dengan tangan dari mesin perkakas mungkin tidak dapat dikalahkan dalam memproduksi pekerjaan bermutu halus tatapi mutu semacam itu tidak bisa tetap. Kendali numeris adalah bukan metode memesin melainkan cara untuk mengendalikan mesin.
         Kendali numeris memberikan keuntungan ekonomi dalam produksi besar-besaran dan industri bertugas banyak yaitu ;
1.      Biaya perkakas berkurang karena pemilihan yang optimum dari kecepatan dan hantaran untuk perkakas pemotong,
2.      Banyaknya jig dan pemegang tetap (fixture), terutama yang digunakan untuk menentukan penempatan dikurangi.
3.      Komponen yang rumit dapat dimesin hamper semudah komponen yang sederhana, begitu pita disiapkan.
4.      Biasanya terdapat penurunan dalam waktu pasang dan waktu siklus pemesinan. Waktu lintas terjadwal menurun.
5.      Dapat disesuaikan untuk jangka pendek bila dibandingkan dengan mesin produksi kegunaan khusus, dan sebagai tambahan kehematan yang lain, memungkinkan inventaris lebih kecil yang harus dipelihara.
6.      Hanya sediki penolakan, karean keterandalan dan mutu selalu tetap.
7.      programnya dapat diubah untuk memungkinkan modifikasi pemesinan.
8.      Biaya pengawasan biasanya dikurangi.

Sedangkan kerugian dari mesin kendali numeris mencakup ;
1.      Biaya modal untuk membeli mesin tinggi, dan kadang-kadang penghematan penanaman modal yang tipis dibandingkan dengan mesin serba guna bukan KN tidak meyakinkan.
2.      Terdapat kehilangan fleksibilitas mesin kalau pita atau kendali tidak berfungsi.
3.      Sistem kedali mahal.
4.      Biayta pemeliharaan tinggi disebabkan kecanggihan sistem kendali.
  













BAB III
PEMBAHASAN


            Mesin Perkakas yang Dikendalikan Secara Numeris.
Desain semula adalah meletakkan unit pengendali pada struktur mesin yang telah ada untuk melakukan pengendalian numeris. Dengan didapatkannya pengalaman, ternyata bahwa mesin KN (kendali Numeris) lebih efisien dari pengeluaran serpihan daripada mesin konvensional. Dalam banyak hal, pengendali yang ditambahkan lebih mahal daripada mesin perkakas dasar, tetapi menjdai jauh lebih bernilai. Saat ini rangkaian ‘solid state’ memberikan pengendalian yang lebih besar dengan biaya rendah.
Desain dari mesin perkakas KN saat ini mempersatukan berbagai keuntungan yang diberikan oleh KN misalnya optimalisasi terprogram dari kecepatan dan hantaran pemotongan, penempatan benda kerja, pemilihan perkaks dan pengeluaran serpihan secara merata.

Gambar 3.1.
Mesin Bubut CNC



            Basic CAD/CAM dan NC
         Sistem CAD/CAM (Computer Aided Design/Computer Aided Manufacturing) merupakan integrated software tool yang menyajikan detail teknik, finished blueprint, dan program NC (Numerical Control). Program NC dapat digunakan untuk bentuk yang komplek atau sepanjang surface dengan dasar contouring, drilling, dan pocketing.
         Mastercam merupakan salah satu software yang dapat melakukan perintah pemodelan dari benda kerja dan melakukan simulasi operasi pemakanan dari benda kerja serta memberikan G-code sebagai perintah yang dapat dikirimkan dari komputer ke mesin. Sehingga dapat mengurangi waktu yang diperlukan untuk melakukan pembuatan gambar, pembuatan perintah ke mesin dan waktu eksekusi pada mesin. Serta data-data yang didapatkan dapat disimpan lebih mudah sehingga dapat digunakan lagi pada waktu yang lain.
Mastercam terdiri dari 4 jenis yaitu mastercam design, mastercam mill, mastercam lathe, dan mastercam wire. Mastercam design hanya dapat digunakan untuk mendesain gambar saja dan tidak dapat digunakan untuk operasi pemotongan. Mastercam mill dapat digunakan untuk membuat desain benda kerja serta dapat digunakan untuk membuat simulasi operasi milling benda kerja dan membuat G-code dari proses operasi. Mastercam lathe dapat digunakan untuk membuat pemodelan benda kerja yang berbentuk silindris dan dapat digunakan untuk membuat simulasi operasi pembubutan/pemotongan benda kerja.
Perintah-perintah pada mastercam dapat dilakukan melalui menu-menu atau item yang tersedia pada screen mastercam. Sistem satuan yang digunakan pada mastercam dapat berupa sistem English atau metric. Tampilan awal mastercam baik design, mill, lathe, ataupun wire sama. Screen mastercam terdiri dari empat bagian utama yaitu toolbar atas, graphic screen, main menu, secondary menu.

            Pemrograman Titik ke Titik
Pemrograman kendali numeris sering dipisahkan kedalam jalur titik ke titik atau kontinu. Meskipun beberapa kendali KN mempunyai kemampuan dalam kedua metode dan mengaburkan perbedaannya, tetapi konsepnya cukup berbeda untuk kepentingan pelajaran.
Metode titik ke titik atau penempatan adalah dicirikan dengan mesin pons, las titik atau penggurdi. Perintah ini mempunyai spindel kerja atau benda kerja yang terletak dalam kedudukan relatif spesifik, dan perkakasnya dioperasikan dengan instruksi pita ataupun dengan tangan.sementara bergerak di antara kedudukkan koordinat, perkakas tidak menyentuh benda kerja. Apakah perkakas bergerak pertama kali sepanjang sumbu x kemudian sumbu y adalah tidak penting.
Sebenarnya, beberapa mesin bergerak secara serentak sepajang kedua sumbu. Banyak sisitem kendali penempatan menggunakan pita berlubang delapan saluran lebar 25,4 mm dengan kode dan format standard. Beberapa mesin KN titik ke titik hanya mempunyai kendali sumbu x dan y, sedangkan yang lain dapat deprogram pada tiga sumbu atau lebih dan jugam mempunyai pilihan perkakas, hantaran, kecepatan, putaran spindel, aliran media pendingin dan fungsi lain yang dikendalikan.
Gambar 3.2.
Jenis perintah.

Dalam beberapa kasus maka metode titik ke tiitk dapat diprogram untuk memesin garis lurus dan lekukan tepi. Untuk memesin permukaan FG dalam gambar 3.1A, perkakas dapat ditempatkan dengan perintah pita apada dua lokasi x-y yang berbeda. Jika 18 kedudukan yang berbeda deprogramkan, maka lintasan mesin yang nyata akan lebih teliti.
Untuk gambar 3.1 B ditunjukkan sembilan tingkat program, tetapi biasanya perlu untuk mempunyai 100 perintah terprogram tiap kuadran. Untuk operasi ini maka pita menjadi sangat panjang dalam memesin lekuk tepi yang rumit menggunakan perintah titik ke titik.
Beberapa mesin pada dasarnya adalah memberi kedudukan, tatapi juga mempunyai perencanaan lekuk tepi misalnya memfris garis lurus, seperti ditunjukkan dalam gambar 3.1 C. Mesin bubut turret dan penggurdi turret adalah mesin yang memberi kedudukan dengan beberapa kemampuan memberi lekuk tepi.
Sebuah program memeberi kedudukan yang sesuai dengan standard EIA RS 273, untuk menggurdi empat lubang. Istilah format sesuai dengan pengaturan umum dari kode yang ditempatkan pada pita. Kode tab (lubang dalam jalur no. 2, 3, 4, 5 dan d6 dalam baris melintang) mendahului setiap perintah. Instruksi untuk koordinat x mendahului instruksi yang untuk koordinat y.

            Mesin CNC.
         CNC adalah mesin yang dipergunakan untuk pengontrolan otomatis dalam dunia industri. Mesin ini berfungsi untuk mengontrol kinerja mesin-mesin lain yang dipergunakan. Dengan kata lain kita tidak memerlukan operator yang banyak untuk mengoperasikan beberapa mesin yang ada. Cukup dikontrol dengan CNC saja maka mesin yang dikontrol bisa berjalan sesuai dengan keinginan kita.
         Sebagai contoh, CNC telah banyak dipergunakan dalam industri logam. Dalam kondisi ini, CNC dipergunakan untuk mengontrol sistem mekanis mesin-mesin perkakas dan pemotong logam. Jadi seberapa tebal dan panjangnya potongan logam yang dihasilkan oleh mesin pemotong logam, dapat diatur oleh mesin CNC. Saat ini tidak hanya industri logam saja yang memanfaatkan teknologi mesin CNC sebagai proses automatisasinya.
         Keunggulan dari CNC sendiri adalah kemudahannya untuk diprogram sesuai dengan kebutuhan. CNC cukup kita program melalui software Fanuc. Melalui software inilah kinerja CNC kita atur, dengan mengatur kinerjanya berarti kita telah mengatur proses automatisasi untuk mesin-mesin industri yang lainnya, karena pada dasarnya mesin ini menjadi pengontrol bagi kinerja mesin lainnya.
         Mesin ini bekerja sesuai dengan program yang kita berikan kepadanya. Program yang kita berikan tentu harus sudah sesuai dengan rencana yang hendak kita gunakan dalam suatu perusahaan. Mesin CNC dapat mengontrol beberapa mesin yang dihubungkan kepadanya. Jika kita telah mengubah rencana yang ada dalam perusahaan, kita bisa menghapus program lama yang ada dalam CNC dan kita tuliskan program baru di dalamnya.

Gambar 3.3.
Mesin CNC

            Mesin Bubut Turet Vertikal.
         Mesin bubut turet vertikal adalah sebuah mesin yang mirip mesin fris pengebor vertikal, tetapi memiliki karakteristik pengaturan turet utuk memegag paahat. Terdiri atas pencekam atau meja putar dalam kedudukan horisontal, dengan turet yang dipasngkan dengan dia tas rel menyilang.
         Sebagai tambahan, terdapat paling tidak satu kepala samping yang dilengkapi dengan turet bujur sangkar untuk memegang pahat. Semua pahat yang dipasangkan pada turet atau kepala samping mempunyai perangkat penghenti masing-masing sehingga panjang pemotongan dapat sama dalam daur memesin yang berurutan.
         Pengaruhnya adalah sama seperti bubut turet yang berdiri pada ujung kepala tetap, dan mempunyai segala ciri yang diperlukan untuk memproduksi suku cadang duplikat.Mesin ini dikembangkan untuk memudahkan pemuatan, pemegangan, dan pemesinan dari suku cadang yang diameternya besar dan berat. Pada mesin jenis ini hanya dilakukan pekerjaan pencekaman.

Gambar 3.4.
Mesin bubut turet vertikal dengan kontrol CNC Fanuc.

            Mesin Gurdi.
         Gurdi adalah sebuah pahat pemotong yang ujungnya berputar dan memiliki satu atau beberapa tepi potong dan galur yang berhubungan kontinudi sepanjang badan gurdi. Galur ini, yang dapat lurus atau heliks, disediakan untuk memungkinkan lewatnya serpihan dan fluida pemotongan. Meskipun gurdi pada umumnya memiliki dua galur, tetapi mungkin juga menggunakan tiga atau empat galur, yang kemudian dikenal sebagai penggurdi inti. Penggurdi semacam ini tidak dipakai untuk memulai sebuah lubang, melainkan untuk meluaskan atau menyelesaikan lubang yang telah digurdi atau diberi inti.
         Mesin turet mengatasi keterbatasan ruang lantai yang ditimbulkan oleh kempa gurdi kelompok. Sebuah kempa gurdi KN delapan stasiun yang dapat disetel dengan berbagai perkakas. KN adalah juga merupakan tambahan. Dua pemegang dapat ditempatkan pada meja kerja, sehingga memungkinkan pemuatan dan penurunan selama daur mesin.
         Mesin gurdi horisontal berbeda dengan fris pengebor vertikal dalam hal benda benda kerja stasioner dan perkakas berputar, adalah sesuai untuk pengeboran lubang horisontal. Spindel horisontal untuk memegang perkakas didukung dalam sebuah rakitan pada sebuah ujung yang dapat disetel secara vertikal dalam batas dari mesinnya.
         Gerakkan serta perputaran yang diberikan kepada perkakas ini biasanya merupakan satu-satunya gerakan dari perkakasnya. Sebuah meja kerja mempunyai gerakan longitudinal dan menyilang didukung pada jalan dibangku dari mesin. Dalam beberapa kasus mejanya dapat diputar untuk memungkinkan pengarahan benda kerja dan mengebor lubang pada sudut yang dikehendaki. Pada ujung lain dari mesin terdapat sebuah tiang tegak untuk menyangga ujung luar dari batas batang pengebor, jika mengebor melaui lubang dalam benda cor besar.

Gambar 3.5.
Mesin gurdi dan penggiling horisontal








BAB IV
KESIMPULAN


         Pengendalian Numeris menuntun operasi mesin perkakas dari data numeris yang disimpan dalam kertas atau pita magnetis, kartu berlubang, penyimpanan komputer atau informasi langsung.
         CNC adalah mesin yang dipergunakan untuk pengontrolan otomatis dalam dunia industri. Mesin ini berfungsi untuk mengontrol kinerja mesin-mesin lain yang dipergunakan. Dengan kata lain kita tidak memerlukan operator yang banyak untuk mengoperasikan beberapa mesin yang ada. Cukup dikontrol dengan CNC saja maka mesin yang dikontrol bisa berjalan sesuai dengan keinginan kita.
         Sebagai contoh, CNC telah banyak dipergunakan dalam industri logam. Dalam kondisi ini, CNC dipergunakan untuk mengontrol sistem mekanis mesin-mesin perkakas dan pemotong logam. Jadi seberapa tebal dan panjangnya potongan logam yang dihasilkan oleh mesin pemotong logam, dapat diatur oleh mesin CNC. Saat ini tidak hanya industri logam saja yang memanfaatkan teknologi mesin CNC sebagai proses automatisasinya.
         Keunggulan dari CNC sendiri adalah kemudahannya untuk diprogram sesuai dengan kebutuhan. CNC cukup kita program melalui software Fanuc. Melalui software inilah kinerja CNC kita atur, dengan mengatur kinerjanya berarti kita telah mengatur proses automatisasi untuk mesin-mesin industri yang lainnya, karena pada dasarnya mesin ini menjadi pengontrol bagi kinerja mesin lainnya.
         Mesin ini bekerja sesuai dengan program yang kita berikan kepadanya. Program yang kita berikan tentu harus sudah sesuai dengan rencana yang hendak kita gunakan dalam suatu perusahaan. Mesin CNC dapat mengontrol beberapa mesin yang dihubungkan kepadanya. Jika kita telah mengubah rencana yang ada dalam perusahaan, kita bisa menghapus program lama yang ada dalam CNC dan kita tuliskan program baru di dalamnya.

Senin, 24 Oktober 2011

mesin CNC


Program studi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya didirikan pada tanggal  24 – 11 – 1976 ditandatangani oleh pejabat rektor UNSRI Drs. Lipur Naim (Pjs. Rektor Unsri) di Palembang dengan Surat izin Opersional  769/k/b/1976 dan mulai menerima mahasiswa baru pada 01-1977. Setelah mengalami beberapa proses perkuliahan, Jurusan Teknik Mesin UNSRI mengeluarkan lulusan pertama pada tahun 1986. Pada pendirian pertama sampai tahun 1998 Jurusan Teknik Mesin membuka Jurusan Teknik Mesin dengan program studi teknik mesin. Kemudian pada tahun 1997/1998 Jurusan Teknik Mesin mengalami perubahan kurikulum peminatan khusus atau bidang studi keahlian yang terdiri dari 3 bidang keahlian yaitu : Bidang keahlian Konversi Energi, Bidang keahlian Konstruksi Mesin, Bidang Keahlian Teknik Produksi dan Material. Dengan adanya pengembangan sumberdaya dosen pengajar dan tersedianya laboratorium dan fasilatasnya serta kubutuhan dalam dunia industri maka kurikulum Jurusan Teknik Mesin mengalami perubahan kembali. Sejak tahun 2003 kurikulum Jurusan Teknik Mesin diubah menjadi 4 bidang keahlian yaitu : Bidang keahlian Konversi Energi, Bidang keahlian Konstruksi Mesin, Bidang keahlian Teknik Produksi dan Bidang keahlian Teknik Material.
Saat ini Jurusan Teknik Mesin UNSRI memiliki 8 laboratorium dan 1 studio gambar, yaitu; Laboratorium Konversi Energi, Laboratorium Fenomena Dasar Mesin, Laboratorium Teknologi Mekanik (Bengkel), Laboratoium Konstruksi Mesin, Laboratorium CNC-CAD/CAM, Laboratorium Metalurgi, Laboratorium Korosi, Laboratorium Gas Engine dan Studio Gambar.
Laboratorium CNC-CAD/CAM mempunyai luas sekitar 178,73 m2. Laboratorium ini digunakan untuk aktifitas praktikum dan perkuliahan. Praktikum yang dilakukan di laboratorium ini yaitu Praktikum Pemrograman Mesin CNC dan CAD/CAM. Praktikum Pemrograman Mesin CNC meliputi; Praktikum Pemrograman Mesin CNC TU – 2A dan Mesin CNC TU – 3A, sedangkan untuk CAD/CAM; Praktikum menggambar menggunakan program AutoCAD. Praktikum ini dilaksanakan pada semester genap. Untuk memudahkan pelaksanaan praktikum mahasiswa yang mengikuti praktikum dikelompokkan menjadi beberapa kelompok, dalam 1 kelompok biasanya terdiri dari 4-6 orang. Pelaksanaan praktikum sepenuhnya diatur oleh ketua laboratorium dan wakilnya beserta asisten laboratorium. Beberapa tahun yang lalu dalam satu hari laboratorium ini dapat melayani mahasiswa sebanyak 50 orang yang dibagi dalam 2 shift yang mana masing-masing shift berdurasi 3 jam. Tapi sekarang hanya mampu melayani mahasiswa sebanyak 20-30 orang, hal ini disebabkan adanya beberapa alat yang tidak bisa digunakan lagi. Pelaksanaan praktikum biasanya dilakukan selama 1 minggu. Pengumpulan laporan dilakukan dalam waktu paling lama 3 hari dari selesainya percobaan alat tersebut. Untuk menghindari kecurangan mahasiswa dalam pengumpulan laporan maka laporan harus dibuat dengan tulisan tangan oleh setiap mahasiswa yang mengikuti praktikum.
Dalam laporan kegiatan Bulan Januari 2010 ini, dilaporkan program kerja Lab. CNC – CAD/CAM Jurusan Teknik Mesin yang telah dipersiapkan, capaian, permasalahan yang dihadapi serta upaya yang dilakukan.

I.              RUANG LINGKUP KERJA
Untuk mempermudah pelaksanaan semua aktifitas baik praktikum, perkuliahan maupun penelitian maka ruang lingkup kerja unit Laboratorium CNC – CAD/CAM Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik ini hanya sebatas Laboratorium CNC – CAD/CAM saja.

II.            RENCANA KERJA
Dalam tahun 2010 ini Laboratorium CNC – CAD/CAM Jurusan Teknik Mesin telah merancang rencana kerja yang terbagi dalam 2 katagori, yaitu : Kegiatan Rutin Periodikal dan Kegiatan Nonrutin.
Adapun rencana kerja tersebut dapat dilihat dalam tabel berikut :
Tabel 1. Program Kerja Laboratorium CNC – CAD/CAM
No
Program
Sifat Program
1
Pengelolaan Internal Unit
Nonrutin
2
Inspeksi dan Inventarisasi Peralatan Laboratorium
Nonrutin
4
Pembuatan Website Laboratorium
Nonrutin
5
Pelaksanaan Praktikum Pemrograman Mesin CNC dan CAD/CAM
Rutin
6
Pengembangan Fasilitas Jaringan Internet Laboratorium
Nonrutin
7
Pembuatan  E-learning matakuliah KBK Teknik Produksi
Nonrutin
8
Peningkatan Fasilitas penunjang Laboratorium
Nonrutin
9
Monitoring dan Evaluasi (Monev)
Rutin

Kegiatan yang bersifat rutin perodikal adalah Pelaksanaan Praktikum Pemrograman CNC dan CAD/CAM dan Monev. Selain itu, jika website laboratorium sudah tersedia maka kegiatan updating website laboratorium dapat dimasukkan dalam kegiatan rutin periodikal. Kegiatan yang lain termasuk nonrutin yang pelaksanaannya bisa saja dilaksanakan atau tidak dilaksanakan pada tahun berikutnya.

III.              PELAKSANAAN KEGIATAN
  KEGIATAN  BULAN APRIL
Kegiatan Laboratorium CNC - CAD/CAM Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya yang telah dilaksanakan pada Bulan April 2010 antara lain:
1.      Pengelolaan Internal Unit yaitu perekrutan asisten laboratorium dan pelatihan bagi asisten laboratorium.
2.      Inspeksi dan Inventarisasi Peralatan Laboratorium yaitu pengecekan dan pendataan peralatan yang ada di laboratorium CNC.
3.      Perawatan dan perbaikan sarana dan prasana laboratorium, diantaranya : pembersihan sarana dan prasana (lantai, kaca, ruangan-ruangan, mesin-mesindan komputer) laboratorium setiap hari dan perbaikkan terali pintu Lab. CNC dengan melakukan pengecetan ulang.
Hingga bulan april 2010, kegiatan Inspeksi dan Inventarisasi Peralatan Laboratorium sudah dilakukan pada semua peralatan yang ada di laboratorium CNC. Dari pengecekan komputer yang berjumlah 8 unit diketahui 4 unit komputer yang masih bisa digunakan tetapi memerlukan upgrade RAM dan HDD, sedangkan sisanya ada 2 unit memerlukan perbaikan dan penggantian RAM, HDD dan CD ROOM, 2 unit lagi rusak berat dan tidak bisa diperbaiki.
Sedangkan dari hasil Inspeksi 4 unit mesin CNC TU-2A dan 4 unit mesin CNC TU 3-A diketahui hanya 1 unit mesin CNC TU 2-A yang bisa digunakan, sisanya semuanya rusak dan memerlukan perbaikan. Karena keterbatasan sumber daya manusia dan peralatan yang tersedia maka untuk saat ini semua peralatan tersebut belum diperbaiki.
Pada saat melakukan perekrutan asisten laboratorium, setiap calon asisten diajukan 10 pertanyaan yang sama untuk mengetahui kemampuan dan kesungguhan calaon asisten. Beberapa pertanyaan tersebut diantaranya adalah :
1.  Apa motivasi anda ingin menjadi asisten lab. CNC – CAD/CAM ?
2.  Apa harapan anda terhadap diri anda sendiri dan lab. CNC – CAD/CAM setelah anda terpilih menjadi asisten?
3.  Jika anda menjadi Ketua lab atau wakil ketua lab. CNC – CAD/CAM  program apa saja yang akan anda kembangkan?
4.  Menurut anda fasilitas apa yang perlu ditambahkan untuk menunjang kenyamanan anda bekerja di lab. CNC – CAD/CAM ?
5.  Bagaimana pendapat anda terhadap lab. CNC – CAD/CAM selama ini?
6.  Dari peralatan praktikum yang ada di lab. CNC – CAD/CAM, kira-kira alat apa yang paling  anda kuasai ?
7.  Sebutkan kelemahan dan kelebihan diri anda dibanding orang lain menurut anda?
8.  Setelah anda menjadi asisten, hal apa saja yang anda lakukan agar anda tidak bosan bekerja di lab. CNC – CAD/CAM?
9.  Sebutkan waktu (hari dan jam) yang bisa anda sediakan untuk lab. CNC – CAD/CAM?
10.  Apa harapan anda terhadap ketua dan wakil ketua lab. CNC – CAD/CAM saat ini dan yang akan datang?

Secara lebih rinci kegiatan laboratorium CNC selama bulan April 2010 ini adalah sepereti pada tabel berikut :
No
Tanggal
Kegiatan
1
01/04/2010
Pembuatan Rencana kegiatan bulan April
2
05/04/2010
Pemindahan dan penataan alat-alat yang rusak dan tidak terpakai
3
06/04/2010
Inspeksi dan Inventarisasi Peralatan Laboratorium
4
07/04/2010
Inspeksi dan Inventarisasi Peralatan Laboratorium
5
08/04/2010
Pelatihan Pemrograman mesin CNC
6
09/04/2010
Inspeksi dan Inventarisasi Peralatan Laboratorium
7
12/04/2010
Inspeksi dan Inventarisasi Peralatan Laboratorium
8
13/04/2010
Inspeksi dan Inventarisasi Peralatan Laboratorium
9
14/04/2010
Inspeksi dan Inventarisasi Peralatan Laboratorium
10
15/04/2010
Pelatihan Pemrograman mesin CNC
11
16/04/2010
Pembuatan soal untuk perekrutan asisten Lab. CNC
12
19/04/2010
Pelaksanaan tes perekrutan asisten Lab.CNC
13
20/04/2010
Inspeksi dan Inventarisasi Peralatan Laboratorium
14
21/04/2010
Inspeksi dan Inventarisasi Peralatan Laboratorium
15
22/04/2010
Pelatihan Pemrograman mesin CNC
16
23/04/2010
Inspeksi dan Inventarisasi Peralatan Laboratorium
17
26/04/2010
Perbaikan terali pintu Lab. CNC
18
27/04/2010
Pengecetan ulang terali pintu Lab. CNC
19
28/04/2010
Pembuatan Modul Praktikum
20
29/04/2010
Pembuatan Laporan Bulanan
21
30/04/2010
Pembuatan Laporan Bulanan

IV.         PERMASALAHAN
Dari hasil kegiatan pada bulan April 2010 ini diketahui adanya kerusakkan beberapa unit komputer dan 3 unit mesin CNC TU-2A serta 4 unit mesin CNC TU-3A. Semua peralatan tersebut perlu segera diperbaiki atau diganti karena kondisinya sudah rusak dan agak ketinggalan zaman. Untuk penggantian komponen komputer dan mesin CNC baik TU-2A maupun TU-3A yang rusak ini belum bisa dilakukan karena masih menunggu persetujuan dana dari Rencana Bisnis Anggaran (RBA) yang diusulkan ke Fakultas melalui Jurusan.


V.           UPAYA YANG DILAKUKAN
Untuk sementara waktu semua aktifitas kegiatan laboratorium CNC – CAD/CAM yang berhubungan dengan komputer dan administrasi pengerjaannya dilakukan secara manual dan menggunakan personal komputer. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi hilangnya data kegiatan, selain itu 4 unit komputer yang bisa dipakai itu perlu di instal ulang sehingga bisa bekerja lebih optimal. Sedangkan untuk perbaikan mesin CNC TU-2A dan TU-3A hinggah saat ini kami telah berupaya mencari vendor yang bisa memperbaiki mesin tersebut baik melalui lisan maupun melalui internet tetapi belum ketemu.